Friday, April 21, 2017

Miris Banget..!! Saat Rindumu Harus Tertahan, Sementara Jarak Memaksamu Untuk Bersabar

Katanya merindukan seseorang itu menyenangkan. Konon katanya pula, rindu menjadi bukti nyata seberapa kuat ikatan hubungan kamu dan dia. Tapi hingga saat ini, kamu sendiri tak pernah merasakan betapa menyenangkannya merindukan seseorang. Dalam banyak hal, rindu justru jadi penghalangmu untuk menjalani hari. Tak bisa melihat dan merengkuhnya setiap waktu menjadi tantangan yang setiap hari harus kamu lalui.

Tapi demi masa depan yang selalu kamu dan dia harapkan bisa segera terwujud, kamu harus rela rindumu tertahan dalam jangka waktu tertentu. Kamu dipaksa menjadi pribadi yang penyabar. Meski kamu seringkali kesal jika koneksi internet pada ponselmu tiba-tiba berjalan lambat. Namun untuk urusan rindu kamu berubah menjadi pribadi dengan penambang sabar yang lebih besar.



Ketika bilang rindu semakin membebani, kamu memilih menunggu lebih lama lagi

Ada saat kamu merengek manja kepadanya meminta bertemu. Sesekali waktu..


Kamu tak beda jauh seperti banyak gadis lainnya. Sesaat setelah melihat punggungnya pergi menjauh, kamu sudah merengek manja kepadanya. Menghujaninya dengan ribuan kata rindu. Padahal kamu tahu kepergiannya demi kewajiban yang tak bisa ia tinggalkan. Belum lagi kamu yang selalu berharap untuk segera dihalalkan. Kepergiannya ini jelas demi membangun masa depan.

Ada waktu kamu mandiri sekali. Hingga dia tak tahu harus membantumu dalam hal apa, seakan semua sudah terselesaikan dengan baik oleh tanganmu. Namun kamu juga tak kehilangan sisi dirimu yang lain. Rindu sesekali mengubahmu menjadi pribadi yang egois. Merengek meminta bertemu meski kamu tahu hal tersebut belum memungkinkan untuk diwujudkan. Kamu makin memberatkan langkahnya untuk pergi, padahal kamu sudah janji bisa lebih kuat dari ini.

Terlalu lama menahan rindu, membuatmu menjadi pribadi yang meragu. Sementara kamu tak bisa melakukan apa-apa selain menunggu



Kamu dan dia sebenarnya sudah punya list rencana jangka panjang yang menanti untuk diwujudkan. Obrolan tentang KPR rumah yang semakin mahal tiap tahunnya tak pernah absen menjadi topik obrolan. Atau tentang bagaimana kalian menyusun rencana, sebaiknya kapan kedua orangtua dipertemukan. Semua seperti sudah terencana dengan matang.

Namun sematang apapun rencana yang sudah kamu dan dia susun, bukan berarti mampu menjaga keraguan jauh-jauh dari kamu. Justru ada masanya kamu tiba-tiba merasa sangat ragu dengan hubungan yang saat ini kamu dan dia jalani. Rindu yang lebih banyak tertahan dibandingkan tersampaikan membuatmu sering membayangkan, bagaimana kalau kamu dan dia akhiri saja. Sampai persoalan jarak tak lagi mengganggu.

Nyatanya, nyali yang kamu miliki tak pernah sebesar itu. Kamu sadar tak ada hal lain yang bisa kamu lakukan selain menunggu

Saat logika dan kewarasan kembali bertemu, rindu akhirnya jadi hal yang paling menguatkan. Ketika jarak belum juga bisa kamu kalahkan

Kamu dan dia sudah pernah saling berjanji, untuk saling menguatkan dalam kondisi apapun. Keraguan yang sempat menghantui pikiran cukup jadi batu kerikil yang membuatmu sedikit tersandung. Ketika logika sudah kembali dan kewarasan kembali terjaga, rindu akhirnya jadi hal yang paling menguatkan. Dengan rindu, kamu sadar ada dia disana yang harus terus kamu perjuangkan. Rindu juga mengajarkanmu pada perasaan yang sebenarnya, bagaimana hati tetap saling terpaut di saat tangan tak bisa saling menggenggam.

Selama jarak belum bisa juga kamu kalahkan, setidaknya ada rindu yang mengingatkanmu soal ketulusan menanti. Ada rindu yang menjaga hatimu tetap meremang hangat setiap kali mendengar suaranya. Serta ada rindu yang selalu membuatmu menyebut namanya dalam setiap doa yang kamu panjatkan.

Katanya kamu yang selalu membuatnya ingin pulang. Sedangkan dia jelas jadi alasanmu untuk bertahan



Bagi dia, kamu seperti rumah. Tempatnya untuk pulang dan menuntaskan rindu. Kamu adalah penawar dari segala penat yang dia rasakan selama berada di perantauan. Untuk itu, kamu sadar diri untuk tidak bisa keras kepala lagi. Menahan diri untuk tidak selalu menuntut ini itu.

Sementara dia jelas harapan bagimu, yang membuatmu terus bertahan. Dia yang paling bisa menguatkan, ketika ada beban yang tak sanggup kamu topang. Kalian berdua tumbuh bersama menjadi manusia dewasa. Saling menopang jadi kewajiban yang harus tetap kalian lakukan. Memilih bertahan dan tidak saling memberatkan.

Sabar sebentar lagi saja. Sampai tiba waktunya kamu dan dia bisa mengalahkan jarak.

Sumber: Hipwee

Selamat Pada Pak Anies – Sandi yang Menang Pilgub DKI, Kita Tagih Janjinya..!! Apa Saja Sih

19 April 2017 jadi hari penting bagi warga Jakarta. Rangkaian pilkada yang super “meriah” ini akhirnya mencapai puncaknya, dan pendukung paslon nomor urut 2 harus berlapang dada. Menurut Quick Count alias hitung cepat, pasangan Anies – Sandi unggul dengan 56% suara. Ya walaupun belum resmi diumumkan oleh KPU, tapi kira-kira kita sudah tahu lah siapa yang akan menjabat jadi Gubernur DKI Selanjutnya.

Setelah proses melelahkan yang membuat netizen bosan sendiri karena banyaknya kontroversi dan isu lain yang bermunculan, akhirnya pesta demokrasi untuk memilih pemimpin ibukota ini selesai. Pilkada Jakarta tahun ini benar-benar menyita perhatian bukan hanya orang Jakarta, tapi sampai penduduk kota lain yang nggak akan ikut nyoblos juga. Semoga setelah ini, media sosial nggak lagi menjadi padang kurusetra bagi dua kubu yang berbeda.



Masih ada 6 bulan masa jabatan gubernur petahana. Setelah itu, calon terpilih akan memulai langkah awal dengan serangkaian program barunya. Nah, masih ingat nggak nih program apa saja yang dijanjikan pasangan Anies – Sandi? Nah, mumpung masih anget-angetnya, Yuk Kita ingatkan lagi beberapa programnya, biar nanti kalau mereka lupa kita bisa ingatkan.

1. Yang paling ditunggu-tunggu tentu program rumah DP 0 Rupiah. Entah bagaimana nanti realisasinya tapi, yang penting ikut seneng dulu aja ya


Inilah program unggulan Anies – Sandi yang mengguncang netizen. Rumah murah untuk penduduk dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Dengan program ini yang punya penghasilan Rp.7 juta perbulan bisa membeli rumah yang layak di area Jakarta. Harga rumah ini sekitar Rp.350 juta, yang semakin membuat netizen ternganga. Paslon ini nggak menyebutkan lokasi pastinya, tapi dipastikan di tengah kota dengan akses transportasi yang mudah.

Rumah seharga Rp.350 juta tanpa DP di Jakarta tentu bagai mukjizat. Saking spektakulernya, gubernur BI sempat melarang pula program ini karena dianggap mustahil. Atau mungkin Pak Anies ingin mencoba teknologi gedung digantung ke asteroid yang sekarang jadi pembicaraan itu. Mungkin bisa murah karena gedungnya nggak napak tanah. Tapi ke sananya harus naik pesawat dong ya? Yah, sampai sekarang sih kita juga masih bingung seperti apa nanti realisasinya. Tapi kita tunggu saja deh.

2. Program OK OCE juga berhasil mencuri perhatian pendukung. Semoga setelah ini pengangguran bisa berkurang ya



OK OCE atau One Kecamatan One Center for Entrepreneurship adalah program yang bertujuan mengatasi masalah urban di Jakarta. Kepada Antara, Sandi menuturkan bahwa dalam program ini akan diciptakan 44 pusat pertumbuhan industri di Jakarta. Anak-anak muda dan pekerja yang kena PHK juga akan mendapat pelatihan wirausaha dari kecamatan, supaya bisa berkarya. Sesuai namanya, program ini mendorong warga jakarta untuk membuat pekerjaan, bukan mencari pekerjaan.

Sebagai ibukota, Jakarta selalu menjadi tujuan pertama para kaum urban yang meninggalkan kampung halaman supaya bisa lebih berkembang. Sayangnya, ibukota terkadang lebih kejam daripada ibu tiri. Mimpi-mimpi yang dipupuk dari kampung halaman sering padam karena realitas hidup di Jakarta. Program ini layak kita dukung, karena bisa menjadi solusi untuk menurunkan tingkat pengangguran di ibukota.


3. Sudah jelas bahwa perhatian Anies Baswedan soal pendidikan sangat besar. Dengan revisi yang signifikan, Anies – Sandi akan mengubah KJP jadi KJP Plus


Kartu Jakarta Pintar atau KJP sudah ada sejak masa gubernur Jokowi. Dengan merevisi kebijakan tersebut, Anies – Sandi menawarkan KJP Plus, yang bisa ditarik tunaikan. Selain mendapat dana bantuan, KJP Plus juga menawarkan fitur diskon belanja di toko buku, gratis masuk museum, dan wahana pendidikan. Bedanya lagi, KJP Plus juga diperuntukkan bagi anak yang putus sekolah. Program ini adalah perbaikan dari KJP sebelumnya, karena menurut Anies, belanja pendidikan bukan hanya nontunai.

Sekilas program ini mirip dengan BLT di era Presiden SBY dulu, yang dinilai nggak efektif karena banyak penyimpangannya. Tapi kita berharap saja semoga masyarakat kita sudah berubah. Jadi adik-adik ini benar-benar menarik uang untuk beli buku, bukan beli majalah, rokok, atau malah biaya tawuran.

4. Selain KJP, Anies – Sandi juga menginisiasi Kartu Pangan. Kira-kira anak kos yang suka sekarat di akhir bulan bisa dapat bagian juga nggak ya?


Mirip seperti KJP, Kartu Pangan yang ditawarkan Anies – Sandi bertujuan untuk memberi bantuan kepada masyarakat Jakarta yang masih dibawah garis kemiskinan. Dengan kartu ini, mereka bisa mendapatkan sembako dengan harga yang lebih murah. Kartu Pangan akan dijalankan dengan merujuk pada data dari BPS (Badan Pusat Statistik). Selain Memberikan bantuan, pasangan ini juga akan memastikan untuk mencukupi pasokan sembako di ibukota. Pejuang-pejuang rantau yang sudah punya KTP Jakarta, mungkin bisa berharap untuk dapat kartu ini juga. Lumayan ‘kan akhir bulan nggak perlu nyetok mie instan.

5. Ada juga Kredit Usaha Perempuan Mandiri dan berbagai program yang mendukung perempuan. Tak hanya itu, saat istri melahirkan suami bisa cuti sampai 3 minggu


Anies – Sandi juga berjanji untuk meningkatkan peran perempuan dalam aktivitas ekonomi. Caranya dengan memberikan Kredit Usaha Perempuan Mandiri, yaitu kredit yang diberikan kepada ibu rumah tangga. Selain membantu perekonomian keluarga, sebagai figur ibu, perempuan diharapkan bisa menjadi contoh untuk anaknya. Termasuk soal berwiraswasta.

Selain ekonomi, pasangan Anies – Sandi juga menjanjikan peningkatan fasilitas seperti ketersediaan ruang menyusui di ruang publik dan penitipan anak sebagai bentuk dukungan dari Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eksklusif. Keamanan perempuan juga akan ditingkatkan dengan pendampingan saat pulang malam. Yang paling seru tentu jatah cuti 3 minggu untuk suami saat istrinya melahirkan. Yah, seorang Ayah juga pasti ingin menikmati momen-momen berharga ini ‘kan!?

6. Selain menjanjikan program, Anies Sandi juga berjanji menghentikan reklamasi teluk Jakarta. Semoga benar, agar nelayan kita nggak kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian



Reklamasi Teluk Jakarta selama ini menuai banyak kontroversi. Mulai dari nelayan yang kehilangan tempat tinggal dan mungkin mata pencaharian, hingga protes aktivis lingkungan karena reklamasi jelas merusak Teluk Jakarta. Selain itu, reklamasi di beberapa pulau juga ditolak izinnya oleh PTUN. Nah, sejak awal, pasangan Anies – Sandi menyatakan bahwa jika terpilih, mereka akan menghentikan program ini.

Program reklamasi teluk memang perlu dikaji ulang dari sisi lingkungan, dan keadilan bagi warga pesisir. Namun banyak pihak yang berpendapat bahwa wacana ini sulit, karena Anies – Sandi tentu harus berhadapan dengan barisan pengembang dan investor yang sudah telanjur tanam modal di sana. Yah, semoga segera didapatkan win-win solution yang menguntungkan semua pihak, termasuk nelayan dan alam kita tercinta ya.

Well, akhirnya pilkada rasa pilpres yang menguras emosi ini selesai. Semoga habis ini yang kemarin sempat leave group Whatsapp mau di-invite lagi. Dan yang sempat unfollow atau unfriend teman bisa baikan. Siapa pun yang menang pilgub ini, yuk kita dukung sepenuhnya untuk memperbaiki ibu kota tercinta.

Sekali lagi selamat, paslon Anies – Sandi!

Sumber: Hipwee